Rabu, 03 Agustus 2011

Kumpulan sms lebaran

kumpulan sms lebaran – sms ucapan selamat lebaran – sms selamat hari lebaran – sms hari lebaran – sms saat lebaran
-
sms lebaran – kumpulan sms lebaran – kumpulan sms ucapan selamat hari lebaran
-
-
-
Mengirim sms lebaran yang berisi ucapan selamat hari lebaran mungkin sudah menjadi kebiasaan sebagian orang pada hari lebaran. Sisi positif dari sms lebaran ini diantaranya, yaitu menyenangkan hati saudara sesama muslim yang menerima sms ucapan selamat hari lebaran dari kita. Atau jika berisi doa maka berarti itulah yang bermanfaat. Akan tetapi mengirim sms lebaran atau memberikan sms ucapan selamat hari lebaran bukanlah sesuatu yang diajarkan nabi, sehingga bagi orang yang tidak mengerjakannya maka dia sama sekali tidak bisa disalahkan ataupun dicela. Maka hendaklah kaidah ini dipahami.
-
Yang nampak adalah, kita tidak wajib mendahului mengirimkan sms ucapan selamat hari lebaran kepada orang lain. Tetapi jika ada orang lain yang lebih dahulu mengirimkan sms lebaran kepada kita maka kita membalas smsnya sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepadanya.
-
Untuk menunjukkan kita peduli kepada orang lain maka ada banyak cara lain selain dengan mengirim sms ucapan selamat hari lebaran. Kita bisa mengirim sms pada hari-hari biasa yang menunjukkan kita peduli kepada mereka tanpa perlu dihubungkan dengan momen lebaran.
-
Intinya, tidak ada dalil dari Al Quran maupun hadits yang secara tegas menyatakan bahwa mengirim sms lebaran adalah perbuatan sunnah. Tetapi kita juga tidak mengatakan bahwa itu haram.
-
Imam Ahmad berkata : Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena memberi ucapan selamat (pada hari lebaran) bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh
-
==================================
-
UCAPAN SELAMAT PADA HARI LEBARAN
-
Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari
-
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari lebaran maka beliau menjawab [1] :
-
“Ucapan pada hari lebaran, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :
-
Taqabbalallahu minnaa wa minkum
-
“Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”
-
Dan ( Ahaalallahu ‘alaika), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata : Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena memberikan ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a’lam.[2]
-
Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[3] :
-
“Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata :
-
“Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari lebaran, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.
-
Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka
-
Imam Ahmad menyatakan : “Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)” [4]
-
Adapun ucapan selamat : (Kullu ‘aamin wa antum bikhair) atau yang semisalnya seperti yang banyak dilakukan manusia, maka ini tertolak tidak diterima, bahkan termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah.
-
“Artinya : Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik.?”
-
[Disalin dari buku Ahkaamu Al Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]
_________
Foote Note
[1]. Majmu Al-Fatawa 24/253
[2]. Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya ” Wushul Al Amani bi Ushul At Tahani” beberapa atsar yang berasal lebih dari satu ulama Salaf, di dalamnya ada penyebutan ucapan selamat
[3]. Fathul Bari 2/446
[4]. Lihat Al Jauharun Naqi 3/320. Berkata Suyuthi dalam ‘Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya hasan
-
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1177/slash/0
============================================================================
kumpulan sms lebaran – sms ucapan selamat lebaran – sms selamat hari lebaran – sms hari lebaran – sms saat lebaran
——————————-
sms lebaran versi standar:
Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1430H. Minal ‘Aidhin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah SWT.
-nama pengirim-
————————————–
sms lebaran versi pujangga:
Kedewasaan bukan berarti hidup tanpa kesalahan. Kecerdasan bukan berarti hidup tanpa khilaf. Dengan segala kerendahan hati ku tundukkan kepala tuk memohon maaf.
————————————–
sms lebaran versi orang IT:
Sebening fiber optic, setinggi tower antena radio, secepat broadband access. Kami sekeluarga mohon dibukakan bandwidth maaf selebar-lebarnya.
————————————–
sms lebaran versi “cah alim”:
“Hari ini adalah hari-hari Allah, tidak pantas kita berbangga-bangga dan berbuat durhaka. Ikhlaskan jihad dan harapkan Ridho Allah dengan amalmu” Taqabalallahu Minna Waminkum…
————————————–
sms lebaran versi ABG;
Anak Kodok Makan Ketupat, Makan Ketupat Sambil MeLompat
Ngirim Kartu Udah Ga Sempat,
Pake Sms pun, ”No What-What”
“Taqobbalallahu minnawaminkum,tetap semangat dan dahsyat!
————————————–
sms lebaran versi bahasa daerah:
Kromo Inggil:
Ngaturaken sugeng riyadi, sedaya kalepatan nyuwun pangapunten, mugi tansah pinaringan seger kuwarasan & karaharjan. Minal aidin wal faidzin.
Sunda:
Wilujeung boboran siam. Nyhunkeun hampura tina sadaya kalepatan sareng kakhilfan. Taqaballahu mina wa minkum minal aidzin wal fa idzin
————————————–
sms lebaran versi bule:
If there’s a day,
There must be a night.
If there’s a black,there must be a white.
If there’s a mistakes,there must be forgiveness
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN…Yaa!
————————————–
kumpulan sms lebaran – sms ucapan selamat lebaran – sms selamat hari lebaran – sms hari lebaran – sms saat lebaran
sumber:
http://didats.net/
Be the first to like this post.

2 Tanggapan

  1. ——————————————————————————————-
    sms lebaran 1
    Abu ‘Ashim :
    “Semenjak aku ketahui bahwa ghibah (menggunjing orang lain) adalah haram maka aku tidak berani menggunjing orang sama sekali (Tarikh Al-Kabir, 4/336).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 2
    Ibnu Mas’ud :
    “Tidak ada anggota tubuh yang lebih perlu untuk dikekang dalam waktu lama, selaindari lisanku (Minhajil Qashidin, 215)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 3
    Abdullah bin Mas’ud:
    “Orang beriman memandang dosa-dosanya seolah batu besar di puncak bukit, ia takut kalau-kalau menimpanya.” (HR. Bukhari: 5949).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 4
    Ka’ab Al-Ahbar:
    “Menangis karena takut kepada allah lebih aku sukai daripada bersedekah dengan 2 kg emas. (Tarikhul Islam III/39).
    “Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang selalu merasa cukup dan berusaha menyembunyikan amalnya. (HR. Muslim. 2965).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 5
    Al-Ghazali :
    “Berteman & Bergaul dengan orang baik akan mewariskan sikap baik. Karena tabiat manusia cenderung selalu meniru dan mengikuti (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 6
    Umar bin Abdul Aziz :
    “Ikatlah nikmat-nikmat Allah dengan bersyukur kepada-Nya.” (Tazkiyah An Nafs 9
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 7
    “Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Al Mukmin: 39).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 8
    Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, niscaya ia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 9
    “Sebaik-baik puasa sesudah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (Muharram) & sebaik-baik shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.”(HR. Muslim, 1163)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 10
    Di samping puasa asyura tgl 10, disunnahkan juga untuk puasa tasu’a tgl 9 Muharram. Rasulullah: Insya Alloh tahun depan kita akan puasa hari ke-9.” (HR. Muslim, 1916)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 11
    Rasulullah: “Saya mohon kepada Alloh agar puasa Asyura (10 Muharram) menjadi penghapus dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim, 1976)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 12
    Salman: ”Orang yang banyak mencari fadhilah amalan sunnah tapi tidak menyempurnakan amalan wajib bagai pedagang yang rugi tapi ingin mencari keuntungan.” (Tanbihul Mughtarin: 159)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 13
    Hasan bin Sholih: “Mengerjakan kebaikan adalah kekuatan di badan, cahaya di hati, dan sinar di mata.” (Hilyatul Auliya’ VII/330)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 14
    “Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku sebagai orang yang mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrohim: 40)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 15
    “Barangsiapa berangkat ke Masjid untuk sholat jama’ah maka satu langkah menghapus kesalahan dan langkah yang lain menulis satu kebaikan, pulang dan pergi.” (Sholih At-Yafghib: 229)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 16
    Sa’id bin Musayyib: “Barangsiapa bisa menjaga sholat lima waktu secara berjama’ah maka ia telah memenuhi daratan dan lautan dengan ibadah.” (Hilyatul Auliya’ II/160)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 17
    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, doa yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal itu.” (Shohih An-Nasai III/1113).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 18
    Harist bin Qois: “Jia setan mendatangimu ketika sedang sholat, lalu dia berkata, “Kamu pamer!” maka perpanjanglah sholatmu!” (Hilyatul Auliya’ IV/132).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 19
    “Sesungguhnya kematian itu dapat melenyapkan kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang dilipti oleh kenikmatan itu, oleh sebab itu carilah kenikmatan yang tidak ada kematiannya (Abdullah bin Mutharif rahimahullah)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 20
    Sa’id bin Abdul Aziz: “Setiap kali aku berdiri dalam sholatku, aku selalu terbayang-bayang neraka jahanam. (Hilyatul Auliya’ VII/274)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 21
    “Beramallah untuk duniamu sesuai keadaan tinggalmu di sana. Dan beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar kekekalanmu di sana”. (Sufyan Ats Tsauri rahimahullah).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 22
    Muadz bin Jabal: “Jika kamu sholat, maka sholatlah seperti orang yang berpamitan. Jangan mengira bahwa kamu akan kembali kepadanya untuk selamanya.” (Hilyatul Auliya’ I/234)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 23
    Hudzaifah: “Sesuatu yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah khusyu’ dan sesuatu yang paling terakhir hilang dari agama kalian adalah sholat.” (Hilyatul Auliya’ “I/281)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 24
    “Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqoroh: 45)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 25
    Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya adalah seperti perumpamaan antara orang yang hidup dan yang mati. (HR. Al Bukhari dan Muslim). Marilah kita membandingkan dalam satu hari, berapa jamkah kita menjadi mayat dan berapa jam kita menjadi orang yang benar-benar hidup.
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 26
    Abu Darda: “Jadikanlah ucapanmu dalam rangka berdzikir dan diammu dalam rangka berfikir serta renunganmu dalam rangka mengambil pelajaran.” (Al Aqdul Farid 3/110)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 27
    Ibnu Mas’ud: “Sungguh seandainya Allah menerima dariku satu amalan, maka hal itu lebih aku sukai daripada emas yang memenuhi bumi.” (Kanzul Amal: 3/69
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 28
    Rasulullah: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 29
    Janganlah kamu meminta kebutuhanmu kepada anak Adam. Mintalah hanya pada yang pintu-Nya tak pernah tertutup. Allah akan murka jika kamu meninggalkan bermohon kepada-Nya, sedangkan anak Adam akan murka jika kamu memohon kepadanya. (Tazkiyatun Nafs: 55)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 30
    Jabir bin Zaid: “Aku lebih suka bersedekah satu dirham kepada anak yatim atau orang miskin daripada menunaikan ibadah haji setelah haji wajib.” (Hilyatul Auliya’: 3/89)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 31
    Hasan: “Carilah kenikmatan dalam tiga hal: Sholat, Al Qur’an, dan dzikir. Jika kamu menemukannya maka teruskanlah dan bergembiralah.” (Hilayatul Auliya’: 6/171)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 32
    Shilan bin Farwah: “Aku menemukan bahwa sikap menunda adalah salah satu prajurit iblis yang telah banyak membinasakan makhluk Allah.” (Hilyatul Auliya’: 6/42)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 33
    Kholid bin Mi’dan: “Jika pintu kebaikan dibukakan untukmu maka bergegaslah menuju ke sana. Karena kamu tidak tahu kapan pintu itu ditutup.” (Hilyatul Auliya’: 5/211)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 34
    Doa dari Al Qur’an: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.” (QS. Thaahaa: 25-27)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 35
    Yahya bin Mu’adz: “Dunia adalah jembatan akhirat. Maka seberangilah ia dan janganlah kamu menjadikannya sebagai tujuan.” (Siyaathul Quluub: 35)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 36
    “Barangsiapa yang ingin mendapatkan kelezatan iman, hendaklah dia mencintai seseorang dengan tidak mencintainya kecuali karena Allah.” (Shalih Al-Jami’: 6163)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran 37
    Yahya bin Mu’adz: “Seandainya akal dapat melihat hiburan surga melalui mata imannya, niscaya akan leburlah jiwa ini karena rindu kepadanya.” (Siyaathul Quluub: 34)
    Yahya bin Mu’adz: “Barangsiapa yang memusatkan hatinya kepada Allah, niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya.” (Siyaathul Quluub: 33)
    “Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya.” (QS. Al Muzzammil: 20)
    “Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat sementara) dansesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Al Mu’min: 39)
    Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, niscaya ia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim)
    “Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang selalu takwa, selalu merasa cukup, dan berusaha meyembunyikan amalnya.” (HR. Muslim, 2965)
    Wahab bin Munabih: “Waspadalah terhadap hawa nafsu yang dituhankan, teman yang jahat, dan keterpukauan dengan diri sendiri.” (Siyaru Alaamin Nubala IV: 549)
    Rasulullah: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam.” (HR. Muslim)
    Ibnul Jauzi: “Waktu akan semakin berharga bila dijaga dengan baik, tapi aku melihat waktu itu sesuatu yang paling mudah dilalaikan.” (Thabaqat Hanabilah I: 281)
    Raghib As-Sirjani: “Indikasi terkabulnya doa adalah semakin ringan beramal shalih, tertarik dengan segala ketaatan, selalu berhasrat untuk berbuat baik, takut balasan maksiat, dan tersentuh ketika mendengar bacaan Al-Quran, hadits, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat.” (Risalatui ila shabab Al Ummah)
    Ibnu Mubarak: “Aku melihat dosa-dosa mematikan hati. Sungguh melakukannya terus-menerus akan membuahkan kehinaan.” (Ashirul Maknun fi riqratil qulub, 53)
    Rasulullah: “Tanda –tanda orang munafik itu ada tiga: Jika berkata bohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat.” (Muttafaqun ‘alaih)
    “Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan Rabbmu dan surga yang luasmnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al Hadid: 21)
    Ibnu Mubarak: “Berapa banyak amalan kecil menjadi besar pahalanya karena niat dan berapa banyak amalan besar menjadi kecil pahalanya karena niat pula.” (Jami Ulum wal Hikam, 12)
    Rasulullah: “Waspadalah terhadap sifat dengki karena sesungguhnya dengki itu dapat memakan pahala kebaikan. Seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
    Umar bin Khotob: “duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71)
    Umar bin Khotob: “Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)
    Rasulullah: “Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah orang yang banyak bertaubat.” (HR. At Tirmizi)
    Umar bin Khotob: “Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.” (Ihya’ Ulumuddin 4/203)
    Rasulullah: “Kebaikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah sesuatu yang tersembunyi di hatimu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya.” (HR. Muslim)
    “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azabku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
    Rasulullah: “Sesungguhnya Allah merasa puas terhadap hamba-Nya yang bila makan selalu memuji-Nya dan bila minum juga selalu memuji-Nya.”(HR. Muslim)
    Abu Hurairah: “Jadilah orang yang selalu puas dengan rizki Allah, niscaya engkau akan jadi orang yang paling bersyukur.” (Ibnu Majah: 4217)
    Hasan Al Bashri: “Perbanyaklah untuk menyebut nikmat-nikmat ini, karena menyebut nikmat itu merupakan bentuk syukur.” (Kaifa Tasyakuru An-Ni’am: 3
    Umar bin Khattab: “Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.” (Shifatush Shafwah, I/286)
    “Ya Allah, bantulah Aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah secara baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud II/ 76)
    “Hendaknya seorang hamba selalu berharap cemas kepada Allah, jangan merasa berjasa pada Allah dan jangan pernah putus asa dari Rahmat-Nya.” (Tahzibul Hilyah I/ 60)
    Rasulullah: “Orang bijak adalah orang yang menghitung dirinya (menghisab/interopeksi diri) dan beramal untuk kehidupan sesudah mati.” (Jami’ At-Tirmidzi: 2459)
    Rasulullah: “Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang dalam kesulitan, niscaya Allah memberi kemudahan di dunia dan akhirat.” (Shahih At Targhib wat Tarhib: 69)
    “Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut: 3)
    “Cobaan demi cobaan senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada diri dan anaknya hingga ia bertemu Allah pada hari kiamat tanpa membawa kesalahan.” (Jami’ At Tirmidzi : 2399)
    “Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah hapuskan dosanya, sampai duri yang menusuknya sekalipun.” (HR. Bukhari : 5640, Muslim : 2572)
    Abu Bakar Ash Shiddiq : “Ketika aku mengingat ahli surga, aku bergumam : “Aku takut jangan-jangan aku tidak termasuk bagian dari mereka.” (Tahdzibul Hilyah, 1/ 60)
    Hudzaifah bin Yaman : “Sesungguhnya fitnah selalu ditampakkan kepada hati, jika hatimu merasa senang dengannya maka satu titik hitam digoreskan padanya dan jika ia ingkari maka satu titik putih diletakkan padanya.
    HAYYAkumullah
    “Suatu kebaikan tidak akan sempurna, tanpa tiga hal :
    1. Menganggapnya kecil.
    2. Menyegerakan melakukannya.
    3. Menyembunyikannya.” (Mukhtashar Minhajil Qashidin, 51)
    4. Sungguh-sungguh dalam beramal
    (Syarah Tsalatsatul Ushul, Ibnu Utsaimin)
    Ziyad bin Amru : “Semua manusia tidak menyukai kematian dan pedihnya luka. Akan tetapi manusia berbeda-beda derajatnya dengan kesabaran.” (Ash Shabr, 44).
    Al Hasan Al Bashri : “Hai Bani Adam, janganlah kalian menyakiti orang lain dan jika kalian disakiti, maka bersabarlah !” (Ash Shabr, 26).
    “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan bagi mereka pengampunan dan pahala yang agung.” (QS. Al-Ahzab: 35)
    Rasulullah: “Kemenangan selalu bersama kesabaran, setelah kesusahan pasti ada kesenangan dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.” (HR. Ahmad I/307)
    “Ya, Allah, berilah aku manfaat terhadap apa yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah ilmuku.” (Ash-Shahihah, 1511)
    Rasulullah: “Hikmah adalah milik muslim yang hilang, dimana saja dia menemukannya, maka ia berhak mengambilnya.” (HR. Tirmidzi, 2611)
    “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada mereka sendiri.” (QS. Yunus: 44)
    “Tidaklah 2 orang saling mencintai karena Allah melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar kecintaannya pada saudaranya.” (Al Musnad V/ 259)
    Ibnul Qayyim: “Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan…” (Taisirul Azizil Hamid)
    Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu: “Ridholah terhadap apa yang telah Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.” (Siyar A’lam an Nubala, I/497)
    Rosulullah bersabda: “Tidaklah kelembutan ditempatkan pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya.” (HR. Muslim)
    “Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui suatu apapun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 7
    Rasulullah bersabda: “Tidaklah dikatakan orang beriman seandainya diasuka melaknat, mencerca dan suka berkata kotor dan keji.” (Shahih Tirmidzi 8/189)
    “Jika ada dua orang yang saling mencaci maka dosa perbuatan itu akan ditanggung orang yang memulainya selama orang yang dicaci tidak melampaui batas dalam membalas.” (HR. Abu Dawud 4/274)
    “Wahai orang-orang beriman, janganlah seseorang mengolok-olok orang lain. Boleh jadi orang yang diolok-olok lebih baik daripada orang yang mengolok-olok.” (QS. Al-Hujurat: 11)
    “Tidaklah seorang menuduh saudaranya dengan kefasikan/ kekafiran. Apabila tuduhan itu tidak benar maka tuduhan itu pasti akan kemabali pada dirinya sendiri.” (Fathul Bari 10/464)
    “Allah berfirman: “Aku menyediakan bagi hamba-hambaKU yang shalih sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik dalam kalbu manusia.” (HR. Bukhari)
    Rasulullah: “seutama-utama amal shalih, ialah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman.”
    (Shahih Jamius Shagir no. 1096)
    Rasulullah: “Beruntunglah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat mengurus aib orang lain.”
    (HR. Al-Bazzar dengan sanad yang hasan)
    Rasulullah: “Maka jika kamu meminta sesuatu dari Allah, mintalah AL-Firdaus. Karena ia adalah surga yang paling utama & paling tinggi.”
    (HR. Bukhari XI/214)
    “Barangsiapa yang ingin ,merasakan nikmatnya iman, hendaknya dia mencintai saudaranya, dimana dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.”
    (HR. Ahmad II/29
    “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan & janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 20
    “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa’: 7
    Al-Hasan: “Kalian berangan-angan mendapatkan umur seperti umur Nabi Nabi nuh, sedangkan kematian selalu mengetuk kalian setiap malam.”
    (Al-Hasan Al-Bashri, Az-Zuhd)
    Rabi’ bin Khaitsam: “di pagi ini aku berada dalam keadaan lemah & penuh dengan dosa, kita memakan rizki sambil menunggu ajal kita.”
    (Shifatush Shafwah, III/67)
    Ibnu Mas’ud: “Usiamu semakin berkurang seiring dengan perjalanan waktu, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian datng secara mendadak. (Al-Fawaid, 147)
    Amar bin Yasir radliyallahu’anhu: “Cukuplah kematian sebagai petunjuk, yakin sebagai kekayaan dan ibadah sebagai amalan.” (Tazkiyatun Nafs, 65)
    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS. Ali-Imran: 185)
    Mustaurid:“Demi Allah, tidaklah dunia dibanding akhirat kecuali seperti jari telunjuk yang dimasukkan ke laut, lihat berapa tetes air yang keluar.”
    (HR. Muslim, 285
    “Jika dosa yang dilakukan adalah hak Allah, taubat memiliki 3 syarat: PENYESALAN, BERHENTI dari DOSA, & TEKAD untuk TIDAK MENGULAGINYA.”
    (Tazkiyah An-Nafs, h.144)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Ziyad bin Amru : “Semua manusia tidak menyukai kematian dan pedihnya luka. Akan tetapi manusia berbeda-beda derajatnya dengan kesabaran.”
    (Ash Shabr, 44).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Al Hasan Al Bashri : “Hai Bani Adam, janganlah kalian menyakiti orang lain dan jika kalian disakiti, maka bersabarlah !” (Ash Shabr, 26).
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan bagi mereka pengampunan dan pahala yang agung.”
    (QS. Al-Ahzab: 35)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Kemenangan selalu bersama kesabaran, setelah kesusahan pasti ada kesenangan dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.”
    (HR. Ahmad I/307)
    “Ya, Allah, berilah aku manfaat terhadap apa yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah ilmuku.” (Ash-Shahihah, 1511)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Hikmah adalah milik muslim yang hilang, dimana saja dia menemukannya, maka ia berhak mengambilnya.” (HR. Tirmidzi, 2611)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada mereka sendiri.”
    (QS. Yunus: 44)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Tidaklah 2 orang saling mencintai karena Allah melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar kecintaannya pada saudaranya.” (Al Musnad V/ 259)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Ibnul Qayyim: “Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan…” (Taisirul Azizil Hamid)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu: “Ridholah terhadap apa yang telah Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.”
    (Siyar A’lam an Nubala, I/497)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Rosulullah bersabda: “Tidaklah kelembutan ditempatkan pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya.” (HR. Muslim)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui suatu apapun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 7
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Rasulullah bersabda: “Tidaklah dikatakan orang beriman seandainya dia suka melaknat, mencerca dan suka berkata kotor dan keji.”
    (Shahih Tirmidzi 8/189)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Jika ada dua orang yang saling mencaci maka dosa perbuatan itu akan ditanggung orang yang memulainya selama orang yang dicaci tidak melampaui batas dalam membalas.” (HR. Abu Dawud 4/274)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Wahai orang-orang beriman, janganlah seseorang mengolok-olok orang lain. Boleh jadi orang yang diolok-olok lebih baik daripada orang yang mengolok-olok.” (QS. Al-Hujurat: 11)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Tidaklah seorang menuduh saudaranya dengan kefasikan/ kekafiran. Apabila tuduhan itu tidak benar maka tuduhan itu pasti akan kembali pada dirinya sendiri.” (Fathul Bari 10/464)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami & hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami & wafatkanlah kami beserta orang-orang yg banyak berbakti.”
    (QS Ali’Imran 193)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Al-Hasan bin Ali:”Bacalah Al-Quran sehingga bisa mencegahmu dari dosa. Jika belum demikian maka pada hakekatnya anda belum membaca.”
    (Kanzul ’Ummal I/2776)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Abu Ubaid:”Jgnlah seorg hamba bertanya pada dirinya kecuali ttg AL-QURAN. Maka jika ia mencintainya berarti ia mencintai Allah & Rasul-Nya.”
    (Mushannaf Ibn Abi Syaibah X/485)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri.”
    (QS Al A’raaf:126)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Abu Darda’:”Brngsiapa melindungi kehormatan saudaranya, maka Allah akan melindungi wajahnya dari api neraka pd hari kiamat.”
    (Shahih Sunan At-Tirmidzi:1575)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Allah berfirman: “Dan bekerjalah, niscaya Allah, Rasul, & orang-orang mukmin pasti akan melihat apa yang telah kamu kerjakan.”(QS.At-Taubah:105)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Rasulullah:”Kecelakaan atas org yg berbicara & berdusta demi membuat org lain tertawa. Celakalah dia…celakalah dia…”
    (Shahih Sunan At-Tirmidzi:1885)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Abu Umamah Al-Bahili:”Ssungguhnya Allah tdk akan menerima amal kebaikan, kecuali yg murni krnNYA & mengharapkan ridhaNYA.”(Shahih Al-Jami’ 1852)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau & main-main, & ssungguhnya akhirat itulah yg sbenarnya kehidupan, kalau mrk mngetahui.”
    (QS.Al-Ankabut:64)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Rasulullah:”Sungguh Allah telah mengharamkan bagi neraka orang yg mengucapkan Laailaahaillallah yg dg itu ia mengharap ridha Allah.”
    (Riyadhus Sholihin:389)
    ——————————————————————————————-
    sms lebaran
    Rasulullah:”Brgsiapa yg ucapan akhir hidupnya berupa:Laailaahaillallaah(tdk ada Tuhan yg berhak disembah selain Allah)pasti masuk surga.”
    (HR.Abu Daud:3116)
  2. WAHABI – SALAFI BUKANLAH ALIRAN SESAT, BAHKAN MEREKA YANG MEMUSUHI SALAFI – WAHABI LAH YANG SESAT ( membongkar tuduhan kesesatan salafi, membantah penyimpangan salafiy dari ajaran islam, bantahan keanehan salafy, keganjilan salafi, ajaran-ajaran salafi, kebusukan salafiy, kebobrokan salafiy, permusuhan salafi, hakekat salafi, definisi salafiy, arti salafi)
    Orang-orang biasa menuduh “wahabi ” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdo’a (memohon) hanya kepada Allah semata.
    Memang ada sementara orang yang menyebut Ahlus Sunnah (salafi) sebagai aliran wahabi. Pemberian gelaran ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka dan dengki atas gencarnya dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah. Gelaran seperti ini sengaja dihembuskan agar orang-orang ragu mengikuti kebenaran dan petunjuk yang diajarkan beliau. Gelaran seperti itu juga digunakan agar orang-orang tetap tenggelam dalam bid’ah yang mereka ada-adakan, tindakan yang menyelisihi prinsip Ahlus Sunnah.
    Dalam hal ini, tidak bisa Ahlus Sunnah dikatakan sebagai Wahabiyah, yaitu dinisbatkan kepada Syaikh Muhamamad bin Abdul Wahhab Rahimahullah. Hal ini karena Ahlus Sunnah tidak pernah menyandarkan diri kepada beliau baik ketika belaiu masih hidup maupun setelah wafatnya. Syaikh Muhamamd bin Abdul Wahhab sendiri tidak pernah mengajarkan sesuatu yang baru untuk kemudian ajaran tersebut dinisbatkan kepada dirinya. Bahkan sebaliknya, beliau adalah orang yang teguh mengikuti jalan para Salafush Shalih, menampakkan, menyebarkan dan mengajak orang-orang untuk berpegang teguh dengan Sunnah.
    Banyak sumbangsih yang diberikan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu kepada kaum muslimin yang semestinya disyukuri. Namun ada saja orang yang hasad kepada beliau atau orang yang dakwahnya berseberangan dengan dakwah yang beliau tegakkan. Mereka menyimpan kebencian kepada beliau bahkan menyebarkan ucapan-ucapan jelek dan tuduhan palsu tentang beliau dan dakwahnya. Sehingga tidak sedikit orang awam yang termakan ucapan mereka. Akibatnya beliau dibenci dan dicaci oleh mereka, dan dakwah seperti yang beliau ajarkan dijauhi.
    Ditempelkanlah gelar Wahabi kepada pengikut dakwah beliau, seakan beliau dan pengikut dakwah beliau berjalan di atas selain jalan yang haq dan membentuk madzhab yang kelima dalam Islam. Padahal dakwah beliau adalah dakwah kepada tauhid yang murni, memperingatkan dari kesyirikan dengan seluruh jenisnya, seperti bergantung kepada orang-orang mati dan yang lainnya, baik berupa pepohonan, bebatuan dan semisalnya.
    Dalam masalah aqidah, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu berada di atas madzhab As-Salafus Shalih, dalam fiqih beliau berpegang dengan madzhab Al-Imam Ahmad rahimahullahu sebagaimana ditunjukkan dalam kitab-kitab karya beliau, fatwa-fatwa beliau dan kitab-kitab karya pengikut beliau dari kalangan anak dan cucu-cucunya serta selain mereka.
    Dengan demikian Wahabiyyah bukanlah madzhab kelima seperti anggapan orang-orang bodoh dan orang-orang yang benci. Dia hanyalah dakwah kepada aqidah salafiyyah dan memperbaharui apa yang telah roboh dari bendera-bendera Islam dan tauhid di jazirah Arab. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Asy-Syaikh Ibnu Baz, 1/374)
    Hingga saat ini, masih ada pula sebagian manusia yang menyebarluaskan berita-berita bohong. Misalnya mereka mengatakan, dia (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) adalah pembuat madzhab yang kelima, padahal dia adalah seorang penganut madzhab Hambali. Sebagian mereka mengatakan, orang-orang wahabi tidak mencintai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam serta tidak bershalawat atasnya. Mereka anti bacaan shalawat.
    Padahal kenyataannya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah- telah menulis kitab “Mukhtashar Siiratur Rasuul Shalallaahu alaihi wasalam “. Kitab ini bukti sejarah atas kecintaan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengada-adakan berbagai cerita dusta tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, suatu hal yang karenanya mereka bakal dihisab pada hari Kiamat.
    Seandainya mereka mau mempelajari kitab-kitab beliau dengan penuh kesadaran, niscaya mereka akan menemukan Al-Qur’an, hadits dan ucapan sahabat nabi sebagai rujukannya.
    Seseorang yang dapat dipercaya memberitahukan kepada penulis, bahwa ada salah seorang ulama yang memperingatkan dalam pengajian-pengajiannya dari ajaran wahabi. Suatu hari, salah seorang dari hadirin memberinya sebuah kitab karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sebelum diberikan, ia hilangkan terlebih dahulu nama pengarangnya. Ulama itu membaca kitab tersebut dan amat kagum dengan kandungannya. Setelah mengetahui siapa penulis buku yang dibaca, mulailah ia memuji Muhammad bin Abdul Wahab.
    ==========================
    ==================
    Al-Malik Abdul Aziz (pendiri kerajaan arab saudi modern) dikenal sebagai seorang yang gigih mengikuti jejak Salafush Shalih di dalam mendakwahi manusia kepada aqidah yang shahihah dan berpegang teguh kepada syari’at Islamiyyah serta menerapkan hukum-hukum Islam dalam semua segi kehidupan.
    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216]
    Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217]
    =============
    DAULAH SU’UDIYYAH (KERAJAAN ARAB SAUDI) DAN PENERAPAN SYARI’AT ISLAM
    Daulah Su’udiyyah (kerajaan arab saudi) menjadikan Kitab dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai undang-undang dasar daulah sebagaimana termuat dalam surat kabar Ummul Qura 21 Shafar 1345H : “Seluruh hukum di Saudi berdasarkan atas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh para sahabat dan Salafush Shalih” [Syibhul Jazirah Fi Ahdil Malik Abdul Aziz 1/354]
    Daulah Su’udiyyah menerapkan syari’at Islam di seluruh penjuru daulah. Di antara hal-hal yang nampak dari penerapan syari’at yang bisa dilihat oleh setiap orang yang datang ke negeri Saudi adalah.
    [1]. Menjadikan aqidah Salaf sebagai pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi.
    [2]. Menghilangkan semua hal yang merusak aqidah dan membawa kepada kesyirikan seperti kubah-kubah di atas kubur, berhala-berhala, dan yang lainnya.
    [3]. Melarang semua pemikiran yang menyelisihi Islam seperti rasialisme, sekulerisme, komunisme, dan yang lainnya dengan melarang masuknya buku-buku yang mengandung pemikiran-pemikiran tersebut ke dalam negeri.
    [4]. Mendirikan Haiah Amar Ma’ruf wa Nahi Munkar yang bertugas mengawasi pelaksanaan hukum-hukum dan syi’ar-syi’ar Islam serta menghasung kaum muslimin agar selalu shalat berjama’ah, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan ibadah-ibadah yang lainnya.
    [5]. Seluruh mahkamah di daulah Su’udiyyah berlandaskan hukum-hukum Islam
    [6]. Menegakkan hukum-hukum had terhadap pelanggaran-pelanggaran syar’i seperti qishash, dera potong tangan pencuri, dan yang lainnya.
    ————————-
    sumber: http://www.almanhaj.or.id
    http://www.asysyariah.com
    ==========================
    WAHABI – SALAFI BUKANLAH ALIRAN SESAT, BAHKAN MEREKA YANG MEMUSUHI SALAFI – WAHABI LAH YANG SESAT ( membongkar tuduhan kesesatan salafi, membantah penyimpangan salafiy dari ajaran islam, bantahan keanehan salafy, keganjilan salafi, ajaran-ajaran salafi, kebusukan salafiy, kebobrokan salafiy, permusuhan salafi, hakekat salafi, definisi salafiy, arti salafi)
    -
    situs-situs salafi – wahabi – ahlus sunnah:
    http://www.alsofwah.or.id
    http://www.muslim.or.id
    http://www.salafy.or.id
    http://www.almanhaj.or.id
    http://www.asysyariah.com
    http://www.muslimah.or.id
    http://www.jilbab.or.id
    situs anti syi’ah;
    http://www.hakekat.com
    http://www.haulasyiah.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar